Minggu, 20 Februari 2011

Sistem Ekonomi Menurut Para Pakar

A. Pengertian Sistem Ekonomi       

Pengertian sistem ekonomi menurut Dumairy (1966), adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidupmasyarakat tempatnya berpijak. Oleh sebab itu, Dumary berpendapat bahwa sebagian bagian dari suprasistem kehidupan, sistem ekonomi di suatu negara berkaitan erat dengan sistem-sistem sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat dan sistem serta ideologi politik di negara tersebut.

Sistem ekonomi:
·   Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
·   Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
·   Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi, cara kerja, mekanisme hubungan, hukum dan peraturan-peraturan perekonomian, serta kaidah dan norma-norma lain, yang dipilih atau diterima atau diterapkan oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang bersangkutan langsung.

Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Sheridan (1998) dalam publikasinya mengenai sistem-sistem ekonomi yang ada di asia mengatakan bahwa Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Sistem ekonomi adalah cara manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.
menurut Sanusi perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:
a)   Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b)   Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c)   Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d)  Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e)   Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f)    Pengaturan motivasi usaha
g)   Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h)   Penentuan pertumbuhan ekonomi
i)     Pengendalian stabilitas ekonomi
j)     Pengambilan keputusan
k)   Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan

Menurut Gregory Grossman(1984), yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah:
sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga(institusi-institusi)ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menompang dan mempengaruhi.
"...system is the notion that the vorious parts and components(economics units and agents, institutions)not only interconnect and interact but do so with a certain degree of mutual consistency and coherence..."(gregory grossman,1984,halaman 15)

Menurut Lemhannas (1989), ada 8 kekuatan yang mempengaruhi sistem ekonomi yang di terapkan/dipilih oleh suatu negara, yaitu :
·         Falsafah dan ideologi
·         Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya
·         Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan masyarakatnya
·         Karakteristik demografinya
·         Nilai estetika, norma-norma serta kebudayaan masyarakatnya
·         Sistem hukum nasionalnya
·         Sistem politiknya
·         Subsistem-subsistem sosialnya, termasuk pengalaman sejarah pada masa lalu serta uji coba yang dilakukan masyarakatnya dalam mewujudkan tujuan ekonominya.

B. Macam-Macam Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat. Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·         Teknik produksi dipelajari secara turun temurun  dan bersifat sederhana
·         Hanya sedikit menggunakan modal
·         Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
·         Belum mengenal pembagian kerja
·         Masih terikat tradisi
·         Kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan
·         Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
·         Aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan

Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan sebagai berikut :
·         Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
·         Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
·         Tidak individualistis

Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah :
·         Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
·         Mutu barang hasil produksi masih rendah

Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar sering juga disebut sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
·         Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
·         Setiap orang bebas menggunakan  barang dan jasa yang dimilikinya
·         Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
·         Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
·         Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
·         Persaingan dilakukan secara bebas
·         Peranan modal sangat vital
·         Hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara.

Kebaikan dari sistem ekonomi antara lain:
·         Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·         Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
·         Munculnya persaingan untuk maju
·         Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
·         Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba

Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain:
·         Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
·         Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
·         Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
·         Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu

Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat. Masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis.

Ciri dari sistem ekonomi terpusat adalah :
·         Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
·         Hak milik perorangan tidak diakui
·         Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
·         Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah:
·         Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·         Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
·         Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
·         Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
·         Jarang terjadi krisis ekonomi

Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat adalah :
·         Mematikan inisiatif individu untuk maju
·         Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
·         Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran ini mengambil kelebihan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan organisasi ekonomi sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
·         Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
·         Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
·         Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
·         Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
·         Kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
·         Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah;
·         Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang

Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem Ekonomi Pancasila adalah “aturan main” kehidupan ekonomi atau hubungan-hubungan ekonomi antar pelaku-pelaku ekonomi yang didasarkan pada etika atau moral Pancasila dengan tujuan akhir mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Etika Pancasila adalah landasan moral dan kemanusiaan yang dijiwai semangat nasionalisme (kebangsaan) dan kerakyatan, yang kesemuanya bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Sistem Ekonomi Pancasila berisi aturan main kehidupan ekonomi yang mengacu pada ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Dalam Sistem Ekonomi Pancasila, pemerintah dan masyarakat memihak pada (kepentingan) ekonomi rakyat sehingga terwujud kemerataan sosial dalam kemakmuran dan kesejahteraan. Inilah sistem ekonomi kerakyatanyang demokratis yang melibatkan semua orang dalam proses produksi dan hasilnya juga dinikmati oleh semua warga masyarakat.
Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.


Dumairy. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga
Gregory Grossman. 2001. Sistem-Sistem Ekonomi . Jakarta : PT. Bumi Aksara

Minggu, 13 Februari 2011

Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.

Secara normatif landasan idialis sistem ekonomi Indonesia adalah didasarkan pada falsafah negara Pancasila dan UUD 1945 (amandemen).
Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran orang-seorang).
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Sebenarnya Negara Indonesia merupakan Negara yang sistem ekonominya tidak jelas, banyak orang mengatakan bahwa bangsa Indonesia selama ini menganut sistem demokrasi terpimpin atau sistem demokrasi pancasila, system ekonomi Indonesia juga tidak menganut paham kolektivis (sosialis) maupun liberalis (kapitalis) tetapi tidak sedikit juga orang yang mengatakan sistem ekonomi bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi kapitalisme bahkan saat indonesia ada dalam orde baru yang di pimpin oleh rezim soeharto itu sedikit memperlihatkan bangsa indonesia yang sempat menganut sistem ekonomi komunisme yang sebenarnya sistem ekonomi ini sangat ditentang oleh rakyat pada masa itu, tetapi ada juga yang bilang bahwa Indonesia becirikan sedikit liberalis maupun kolektivis, sehingga sering disebut system ekonomi campuran.

Dengan kondisi perekonomian yang semeraut, sistem ekonomi Indonesia juga mengalami banyak pergeseran dalam segala hal. Ketergantungan terhadap pihak asing, dominasi kekuatan capital terhadap arah kebijakan pemerintah, dan peranan Negara yang diperkecil di bidang ekonomi menjadikan Indonesia pada zaman orde baru dan reformasi sekarang ini mengalami instabilitas.  Kondisi demikian dapat dilihat dari UUD 1945 yang ke-4 pada pasal 33 yang mana menjadi katup pengaman sekarang berubah drastis untuk melayani kebutuhan modal. Hal ini ditujukan untuk mengetahui perkembangan sistem ekonomi Indonesia, factor-faktor penyebab perubahan sistem ekonomi, dan mengetahui pengaruh kebijakan politik terhadap arah pembangunan ekonomi.
Untuk menjelaskan penerapan sistem ekonomi di Indonesia dari masa ke masa, maka diperlukan analisa untuk mengetahui mengapa suatu sistem ekonomi dijadikan rujukan. Untuk itu, world system theory digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi mengingat variable ketergantungan sangat dominan dalam perumusan kebijakan. Menurut teori ini, dunia terdiri dari 3 kelompok besar Negara: core, semiperiphery, dan periphery yang dikemudikan oleh kapitalisme global. Negara periphery sangat tergantung terhadap Negara-nergara yang posisinya lebih tinggi karena adanya hermoni kapitalime didalamnya dan mendapatkan persetujuan dari yang bawah diluar kesadaran mereka. Kondisi seperti ini menyebabkan segala kebijakan yang akan diambil harus disesuaikan dulu dengan kebijakan Negara diatasnya.
Dalam kasus Indonesia, kapitalisme global telah menjadikan sistem ekonomi Indonesia mengarah pada spectrum kapitalistik karena besarnya pengaruh modal terhadapnya. Kondisi seperti ini terlihat pada ketiadaan kemandirian dengan tergantung pada utang luar negeri yang menyebabkan Indonesia harus tunduk pada pemilik modal. Oleh sebab itu Indonesia harus terus bebenah khususnya dalam system perekonomiannya. Dan dapat disimpulkan bahwa system ekonomi yang diterapkan di Indonesia sangat bergantung atau dipengaruhi oleh system politik yang tengah berkembang.

14.28

Senin, 03 Januari 2011

Pendapatan Perkapita bab 2

Berikut Negara-negara yang berada di bawah Indonesia, yaitu :
·         Mesir
Mesir menempati wilayah seluas 1.002.000 km2, Mesir termasuk negara yang pengaturan penduduknya paling tidak merata di duniadimana hampir hampir 99% penduduk tinggal berdesakan pada sekitar 4% dari seluruh luas areal ( seanjang sungai nil ). Penyebabnya tentu karena 96% wilayahnya terdsiri dari padang pasir yang gersang. Panduduk negara ini sekarang mencapai 68,5 juta jiwa, dengan kepadatan penduduk 62 jiwa perkilometer persegi. Dengan begitu mesir Negara yang terlihat berantakan. Dan juga di tengah naiknya harga kebutuhan pokok yang melanda masyarakat Mesir, dan adanya permasalahan yang berkaitan dengan komoditas strategis seperti biji-bijian, daging, minyak, serta tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan menjadi factor mengapa Mesir bisa dibawah Indonesia..
·         India
Sebuah negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu milyar jiwa, dan negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Meskipun India hanya menerima sekitar tiga juta pengunjung asing setiap tahun, pariwisata tetap penting tapi masih sumber pendapatan nasional yang belum berkembang. Inilah menjadi faktornya mengapa India pendapatan perkapitanya rendah, karena penduduknya banyak sedangkan sumber manusia dan teknologinya kurang.
·         Pakistan
Pakistan merupakan salah satu pasar potensial di kawasan Asia Selatan. Negara yang berpenduduk sekitar 152,5 juta orang dengan pendapatan perkapita US$ 1083 ini, selain mempunyai pasar yang cukup progresif juga merupakan salah satu pintu masuk perdagangan bagi negara-negara di wilayah tertutup (land locked) Asia TengahSelama lima tahun terakhir ini, karena ditopang dengan situasi politik dalam negeri yang relatif stabil dan kebijakan reformasi makro ekonomi, perdagangan luar negeri Pakistan cukup progresif. Jadi, factor yang mempengaruhi Negara ini pendapatan perkapitanya yaitu salah satunya karena situasi politiknya yang masih kurang membaik, harus cepat-cepat diselesaikan.

Pendapat :

Menurut saya mengapa Negara-negara tersebut mengalami pendapatan perkapita lebih rendah dari Indonesia yaitu karena negara tersebut memiliki penduduk yang banyak namun kurang produktif karena pengetahuan teknologi yang masih rendahproblematika kependudukan, contohnya perang saudara. Dan juga tingkat korupsinya merajarela serta sumber daya alamnya pun kurang produktif.

INDONESIA
Indonesia menduduki peringkat 105 pada tahun 2009 dan sedangkan pada tahun 2010 masih diperkirakan Indonesia menduduki peringkat 109. Indonesia mengalami penurunan pendapatan perkapita dari tahun 2009 ke tahun 2010. Saat ini Indonesia berada di peringkat menengah karena masih banyaknya tingkat kriminal korupsi dalam negara Indonesia yang berpotensi membuat pendapatan perkapita indonesia menurun.
Masih rendahnya pendapatan perkapita penduduk Indonesia, terutama disebabkan olehPendapatan/penghasilan negara masih rendah, walaupun Indonesia kaya sumber daya alam tetapi belum mampu diolah semua untuk peningkatan kesejahteraan penduduk (belum bias mengelola sumber daya alam). Jumlah penduduk yang besar dan pertambahan yang cukup tinggi setiap tahunnya dan Tingkat teknologi penduduk masih rendah sehingga belum mampu mengolah semua sumber daya alam yang tersedia.
Indonesiapun makin bertambahnya pengangguran yang membuat meningkatnya kemiskinan dalam negara indonesia tersebut. Jika ingin meningkatkan pendapatan perkapita nasional indonesia salah satu nya pemerintah harus berusaha memperbanyak ruang-ruang usaha agar supaya menurunnya tingkat kemiskinan pada negara indonesia yang terjadi pada saat ini. Untuk saat ini indonesia masih membutuhkan banyak sekali enterpreneur baru, untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan yang semakin meningkat di Indonesia, saat ini dibutuhkan sekitar 4,4 juta wirausaha, sementara jumlah wirausaha kita baru sekitar 400.

Pendapatan Perkapita bab 1

Artikel ini mencakup daftar negara di dunia diurutkan berdasarkan produk domestik bruto per kapita sebesar nilai nominal, nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara pada tahun 2010 dan 2009, dikonversikan dengan kurs pasar AS saat ini dolar, dibagi dengan rata-rata (atau pertengahan tahun) populasi untuk tahun yang sama.
Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara, semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negara tersebut
Beberapa level pendapatan perkapita nasional
Data Total personal income / pendapatan perkapita total sebuah negara jarang sekali ada, PDB / Gross domestic product lebih sering digunakan. Pendapatan perkapita total suatu negara biasanya lebih rendah dari PDB negara tersebut.
            Dengan ini saya akan memberikan argumentasi dalam pembahasan tentang pendapatan perkapita Negara-negara di dunia. Dalam pembahasaan ini saya akan mengambil contoh Negara yang terdaftar dalam data yang berada di atas Indonesia , Negara yang berada di bawa Indonesia maupun Indonesia itu sendiri.
Negara yang berada di atas Indonesia :
·         Germany
            Germany adalah Negara yang terdapat pada wilayah eropa bagian tengah dalam bentuk perekonomian negaranya menduduki urutan ketiga dalam persatuan ekonomi uni eropa dan termasuk bagian dari tujuh Negara eropa dalam katagori uni erabien econom. Dari data diatas dapat kita  lihat germany pada tahun 2010 menduduki peringkat ke 19 dan memiliki perkapita negara dalam setahun menyentuh angka 40,512 US $, hal ini sangat kurang baik bagi keuangan perkapita Negara germany karena dapat kita bandingan dengan pendapatan perkapita pada tahun 2009 yang menduduki urutan 17 dan menyentuh angka 40,87 US $ menurun beberapa % dari pendapatan tahun lalu. Dan menurut analisis saya penurunan pendapatan perkapita dalam setahun pada Negara ini, di karenakan efek dari kerisis global yang belakangan menimpah Negara-negara super power yang mengakibatkan penurunan mata uang dan penuruan pada produk domestic bruto pada pendapatan barang dan jasa.
·         Singapure
            Singapure adalah salah satu bagian asia tengara yang memiliki perokonomia yang cukup baik dengan asia tegara, asia, dunia. Dapat kita lihat dari tabel diatas perkapita Negara singapure  diperkirakan tahun 2010 terletak pada urutan 15 dan mendapatkan perkapita pada kisaran 42,653 US $ dibandingkan dengan data perkapita pada tahun 2009 menduduki urutan ke 20 yang mendapatkan perkapita mencapai 36,573 US $ hal ini berarti mengalami kenaikan yang signifikan, karena dari waktu setahun singapure dapat menaikan perkapita negarnya yang cukup besar sehinga dapat menaikan urutan mereka drai peringkat 20 sampai ke 15, menurut saya hal ini di karenakan pendapatan produk domestic pada barang dan jasa yang meningkat dan di tambah pemasukan devisa dari kapal-kapal yang ingin masuk ke Negara singapure.
·         Monaco
            Monaco merupakan Negara yang memiliki pendapatan perkapita tertinggi di dunia pada tahun 2009 dengan pendapatan perkapita 203,900 US$. Hal ini dikarenakan Monako merupakan sebuah  negara terkecil kedua di dunia, setelah Vatikan. Monako juga merupakan negara dengan kepadatan penduduk terbesar kedua di dunia. Salah satu sumber pendapatan Monako berasal dari sektor pariwisata. Setiap tahunnya banyak yang berkunjung ke Monako untuk kasino dan negara ini mempunyai iklim yang nyaman sehingga dapat meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisatanya
             Pendapat :
 Menurut saya mengapa negara di atas pendapatan perkapitanya lebih tinggi dibanding Indonesia karena salah satu faktornya mereka negara yang maju, sedangkan pendapatan perkapita itu sendiri  merupakan indikator terpenting dalam mengukur tingkat kesejahteraan rakyat suatu negara. Sebuah negara dikatakan makmur jika rakyatnya memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Tetapi, tingginya pendapatan perkapita bukan penentu kemakmuran suatu negara. Walaupun negara itu pendapatan perkapitanya tinggi, namun jika terjadi perang saudara di dalam negara tersebut, maka tidak dapat disebut sebagai negara makmur/sejahtera. Karena dengan adanya peperangan banyak menimbulkan kematian, penderitaan, dan rasa tidak aman. Dan factor lainnya yaitu, Sumber daya manusia yang berkualitas, Sumber daya alam yang memadai dan Pendidikan yang baik serta perkembangan teknologi mereka lebih maju dengan luas daerah yang lebih kecil dari Indonesia serta sumber daya manusia yang berkualitas lebih baik sehingga mereka dapat mengelola sumber daya alam secara optimal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.