Senin, 09 Mei 2011

Pertumbuhan Ekonomi Pada Sektor Restoran dan Perhotelan Tahun 2005-2009

Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi:
~Akumulasi modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia.
Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja.
~Kemajuan teknologi
PDB (Gross Domestic Product/GDP) adalah jumlah nilai dari semua produk akhir barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu kawasan di dalam periode waktu tertentu. PDB mencakup konsumsi pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi dan eksport dikurangi impor di dalam kawasan tertentu.
 Harga berlaku adalah nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuatu Negara dalam suatu tahun dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut. Sedangkan harga konstan atau harga tetap adalah harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun yang lain.


 Pertumbuhan Ekonomi Pada Sektor Restoran dan Perhotelan

Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini yang sebesar 5,7 persen terutama disumbang oleh pertumbuhan sektor perhotelan dan restoran yang tumbuh 9,3 persen. “PDB Indonesia pada triwulan pertama 2010 ini, primadonanya sebagai sumber pertumbuhan perdagangan adalah hotel dan restoran. Tumbuh sebesar 9,3 persen. Sementara dari kuartal ke kuartal (qtq) pertanian tumbuh 18,1 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan.
Menurut beliau untuk perdagangan tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang menuju pada pemulihan. Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan sektor Ekspor- Impor yang cukup tinggi, yaitu tumbuh 19,6 persen atau berkontribusi terhadap pertumbuhan kuartal pertama 2010 sebesar 7,7 persen.
Begitu pula dengan impor yang tumbuh sebesar 22,6 persen sehingga mampu berkontribusi 6,7 persen. Disisi lain, konsumsi rumah tangga juga masih tumbuh 3,9 persen dan mendukung pertumbuhan 2,3 persen. Begitupula pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh 7,9 persen dan berkontribusi sebesar 1,8 persen.
Sedangkan konsumsi pemerintah, menurut dia justru mengalami penurunan -8,8 persen sehingga menyumbang -0,6 persen untuk pertumbuhan ekonomi kuartal I ini. Menurut beliau, lemahnya konsumsi pemerintah karena tiadanya belanja pemerintah yang besar seperti kuartal I 2009 karena adanya kegiatan pemilihan umum. “Hal ini pula yang mendorong pertumbuhan dari konsumsi rumah tangga hanya berkontribusi 2,3 persen,” katanya. Sementara itu, berdasrakan lapangan usaha, perdagangan, hotel dan restoran menjadi sumber kontribusi utama sebesar 1,6 persen.
Diikuti oleh pengangkutan dan komunikasi yang sebesar 1 persen. industri pengolahan sebesar 0,9 persen, konstruksi 0,5 persen. keuangan, real estate dan jasa perusahaan 0,5 persen. Jasa-jasa menyumbang 0,4 persen. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan menyumbang 0,4 persen dan pertambangan dan penggalian 0,3 persen.

Sumber:
 

Tidak ada komentar: